Lanjuttt…. Eh ternyata si doi punya nama bule lohh, namanya Mutual Fund (ga penting deh). Kabarnya sih si doi pertama kali dikenal di Indonesia pada pertengahan tahun 1990-an, hmm.. Termasuk generasi millennial nih.

Sebenarnya dana yang terkumpul di Reksa Dana diinvestasikan dimana sih ? Jawabnya, ya macam-macam jadi sang MI (Manajer Investasi) menginvestasikan dana yang terkumpul dari investor pada portofolio efek seperti SBI, obligasi, dan saham.

Maka dari itu, secara umum Reksa Dana memiliki berbagai macam jenis, apa saja jenis-jenisnya ?

  1. Reksa Dana Pasar Uang, merupakan Reksa Dana yang menempatkan dana investasinya pada instrumen pasar uang seperti SBI (Surat Bank Indonesia), obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, maupun deposito.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap, Β  merupakan Reksa Dana yang menempatkan 80% dananya pada efek pendapatan tetap seperti obligasi dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun.
  3. Reksa Dana Campuran, merupakan Reksa Dana yang menempatkan dananya pada instrumen obligasi dan saham, dengan komposisi yang lebih berimbang.
  4. Reksa Dana Saham, merupakan Reksa Dana yang menempatkan 80% dananya pada instrumen saham.

Dari jenis-jenis tersebut juga memiliki tingkat resiko dan return yang berbeda, low risk low return – high risk high return (tingkat resiko dan return sesuai urutan jenis), Reksa Dana Pasar Uang misalnya, memiliki tingkat resiko yang paling kecil disertai tingkat return yang kecil pula, sedangkan pada Reksa Dana Saham memiliki tingkat resiko yang paling besar dengan return yang paling besar pula.

Maka dari itu sebelum memulai berinvestasi, harus mengenal tujuan dan jangka waktu investasi untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Keuntungan lainnya berinvestasi pada Reksa Dana adalah :

  1. Dikelola oleh ahlinya, Manajer Investasi yang sudah professional dibidangnya.
  2. Informasi bersifat transparan
  3. Investasi yang terjangkau, bahkan memulai investasi dengan Rp 100.000, sehingga tidak memberatkan kemampuan untuk berinvestasi dengan dana dalam jumlah yang besar. Investasi dapat dilakukan secara rutin dan berkala dikenal dengan istilah DCA (Dollar Cost Averaging), yah karena mata uang negara Indonesia mungkin bisa diganti jadi RCA (Rupiah Cost Averaging) suka-suka mata uangnya dehh..

Tak kenal maka tak sayang, sekarang sudah kenal maka disayang donk.

Advertisements