Ibarat kita sedang bercocok tanam, kita tabur benihnya, diberi pupuk, disiram, lalu jika sudah saatnya panen kita menikmati hasilnya. Tapi belum tentu semua berjalan dengan baik, panen kita bisa gagal karena diserang hama, cuaca, tidak diberi pupuk, tidak disiram, dll.

Ya kurang lebih seperti itulah gambaran dari INVESTASI.

Apa itu investasi  ? Secara sederhananya, adanya suatu pertumbuhan/penambahan nilai atas modal yang dimiliki.

Yah ini dia salah satu senjata untuk menambah kekayaan kita, salah satu senjata yang mampu  mengalahkan monster dalam cerita “You Can’t Escape”. Dengan berinvestasi diharapkan tingkat pengembalian (return) yang diberikan mampu mengalahkan tingkat inflasi, maka bertambahlah jumlah kekayaan kita.

Bagaimana sih caranya investasi ? Investasi ada banyak macam instrumennya dan banyak caranya, misalnya melalui emas, saham, reksadana, properti, tanah, perhiasan, barang antik, lukisan, dll. Namun kita juga harus jeli dan cermat karena tiap investasi tidaklah sama sifatnya, baik dari segi return yang diberikan atau tingkat likuiditasnya. Selain itu kita juga harus cermat dan waspada terutama terhadap investasi-investasi yang menawarkan “return” yang tinggi dan menjanjikan “kepastian”, bisa-bisa itu malah investasi bodong yang menyesatkan (money game) yang dapat menghilangkan kekayaan anda.

Investasi apapun itu tentu saja memiliki tingkat resiko, jenis dan tingkatan resiko itupun juga berbeda-beda. Investasi yang dapat anda pilih juga dapat berdasarkan jangka waktunya.

  1. Jangka Pendek (< 1 thn s/d 1 thn)
  2. Jangka Menengah (s/d 5 thn)
  3. Jangka Panjang (> 5 thn)

Jangka waktu investasi tersebut memiliki keterkaitan dengan return dan resiko investasi. Salah satu kunci sukses dalam berinvestasi adalah dengan menetapkan tujuan, konsiten dan komitmen.

Kita juga tidak akan pernah tahu jenis investasi apa yang merupakan investasi terbaik, contohnya bisa saja seseorang menjadi kaya atas investasinya karena dia memiliki lukisan terkenal yang tidak dia ketahui atau memiliki barang-barang kuno yang ternyata nilainya ditafsir sangat tinggi.

Investasi tidak harus berupa benda yang memiliki wujud, misalnya saja pendidikan, pengetahuan, atau keahlian yang dimiliki juga merupakan suatu investasi.

Sudah dari sejak jaman dahulu kala orang sudah melakukan investasi, contohnya ketika masih jaman kerajaan yang suka menimbun emas atau perhiasan jadi jangan mau kalah donk sama mereka, yuk berinvestasi. Sudahkah berinvestasi ?

*Jangan tunggu kaya untuk berinvestasi, tetapi berinvestasilah untuk menjadi kaya.

Advertisements