Pernahkah anda menonton sebuah film yang berjudul “Catch Me If You Can” ? Sebuah film yang populer yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio, Tom Hanks, dan Christopher Walken. Film yang berdasarkan kisah seorang pemuda yang bernama Frank Abagnale Jr. yang dikejar-kejar oleh agen FBI karena pemuda tersebut berhasil menggelapkan uang senilai jutaan USD, wahhh dahsyat !! Duit tuh ? Banyak benerr !! Dengan kelihaiannya pemuda tersebut menyamar dari satu tempat ke tempat untuk melakukan penipuan.

Loh kok jadi bahas film sih ?? Yap itu cuma gambaran sekilas saja, kisah orang yang licinnya sudah kaya belut, bisa lolos dari kejaran manapun. Kita bisa kabur dari apapun, kecuali oleh monster yang satu ini, monster apakah itu ?? Yah sang monster tersebut bernama INFLASI !!. Sungguh menyeramkan memang monster yang satu ini, orang bisa kabur dari kejaran hutang debt collector, polisi, dsb. Tapi kita tidak mampu lari dari INFLASI !

Apa itu INFLASI ? Secara umum pengertiannya adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum. Pernahkah anda mengingat berapakah harga-harga dimasa lampau dan berapa harga pada saat ini ? Kemana pun dan dimana pun anda berada, harganya berubah meningkat !

Ketika itu saya masih ingat uang jajan saya dimasa kecil (Jaman SD nih) hanyalah Rp 500,-. Kalau saya jajan permen Rp 100,- dapat sepuluh buah perman, sekarang ?? Paling murah juga 1 permen = Rp 100,- kalau dijual secara eceran, berapa kenaikannya ? 10x lipat !! Contoh lainnya, ketika itu saya ingat saya pernah jajan gorengan harganya cuma Rp 100,- per buah. Berapa sekarang ?? Anda bisa cari tahu sendiri.

Kalau saya ambil contoh harga permen tadi, sekarang naik hingga 10x lipat karena tingkat inflasi yang terjadi tiap tahunnya (terutama inflasi besar-besaran tahun 1998). Kalau dengan asumsi tingkat inflasi 10% per tahun, menjelang tahun 30-an nantinya (2030 maksudnya) harga permen nantinya sekitar Rp 500,- per buah lochh, naiknya berapa % ya tuh ?? Hayoo hitung sendiri. Itu baru kenaikan harga permen, belum yang lain-lainnya misalnya barang kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.

Jadi bisa dibayangkan betapa mengerikannya monster yang satu ini. Namun sebenarnya hal seperti ini tidak perlu dikhawatirkan, negara yang perekonomiannya baik adalah negara dengan tingkat inflasi yang stabil dan terkendali, jadi selama masih dalam tahap tersebut ini merupakan hal yang wajar. Namun bukan berarti kita bisa duduk tenang dengan manis tanpa perbuatan apapun. Kita juga harus mempersiapkan keuangan, aset, harta, kekayaan kita agar mampu menyaingi tingkat inflasi.

Pada post saya “Si Kecil yang Tidak Bernilai” saya sempat menyebutkan bahwa hanya menyimpan tidaklah efektif, dalam hal ini berupa tabungan atau deposito. Lohh kenapa?? pertama, brp bunga yang didapatkan dari mereka ?? hanya sekitar 2% – 6%, belum lagi dipotong pajak 20%. Hadehh, mana bisa menyaingi tingkat inflasi ! Anda seperti menyimpan makanan, lalu makanan-makanan tersebut digerogoti tikus-tikus. Tapi bukan berarti kita tidak membutuhkannya, tergantung fungsi dan tujuannya juga.

Jadi bisa dikatakan, nominal dengan jumlah yang sama pada saat ini tidaklah sama dengan masa yang akan datang, karena harga-harga akan selalu meningkat.

Mana yang akan anda lakukan ? Terus mencoba lari dari kejaran monster ATAU mempersiapkan diri anda untuk menghadapi dan bertarung melawan monster tersebut.

Advertisements